BETON PRACETAK VS BETON CAST-IN-PLACE (CETAK DI TEMPAT)

Beton pracetak tidak berbeda dengan beton biasa. Yang membuat berbeda adalah metode fabrikasinya.Pada umumnya penggunaan beton pracetak dianggap lebih ekonomis dibandingkan dengan pengecoran ditempat dengan alasan :
Mengurangi biaya pemakaian bekisting
Mereduksi biaya upah pekerja
Mereduksi durasi pelaksanaan proyek, sehingga overhead yang di keluarkan kecil.

Pada dasarnya beton pracetak itu dibuat tidak di tempat pelaksanaan proyek melainkan di tempat lain, misalnya pabrik dll. Sehingga akan menambah biaya angkut untuk transport beton pracetak ke lokasi proyek dan kelebihan juga, beton pracetak ini tidak terpengaruh cuaca yang berubah-ubah karena tidak dilakukan di lokasi proyek.
Keuntungan lain dari beton pracetak ini
Kecepatan dalam pelaksanaan pembangunan
Dicapainya tingkat flexibilitas dalam proses perancangannya
Pekerjaan di lokasi proyek menjadi lebih sederhana
Pihak yang bertanggung jawab lebih sedikit
Mempunyai aspek positif terhadap schedule, terutama kemudahan di dalam melakukan pengawasan dan pengendalian biaya serta jadwal pekerjaan
Jumlah pekerja kantor proyek lebih sedikit. Demikian juga tenaga lapangan yang dibutuhkan untuk setiap unit komponen yang lebih kecil karena pekerjaan dapat dilaksanakan secara seri.
Menggunakan tenaga buruh kasar sehingga upah relatif lebih murah
Waktu konstruksi yang relatif lebih singkat karena pekerja lapangan (di lokasi proyek) hanya mengerjakan cast-in-situ dan kemudian menggabungkan dengan komponen-komponen beton pracetak.
Aspek kualitas, di mana beton dengan mutu prima dapat lebih mudah dihasilkan di lingkungan pabrik.
Produksinya hampir tidak terpengaruh oleh cuaca
Biaya yang dialokasikan untuk supervisi relatif lebih kecil. Hal ini disebabkan durasi proyek yang lebih singkat.
Kontinuitas proses konstruksi dapat terjaga sehingga perencanaan kegiatan dapat lebih akurat.
Mampu mereduksi biaya konstruksi.
Dapat dihasilkan bangunan akurasi dimensi dan mutu yang lebih baik.

Selain, keuntungan ada juga kelemahan beton pracetak dibandingkan dengan beton cast-in-place, sebagai berikut :
Kerusakan yang mungkin timbul selama proses transportasi
Dibutuhkan peralatan lapangan dengan kapasitas angkat yang cukup untuk mengangkat komponen konstruksi dan menempatkan pada posisi tertentu.
Biaya tambahan yang dibutuhkan untuk transportasi.
Munculnya permasalahan teknis dan biaya yang dibutuhkan untuk menyatukan komponen-komponen beton pracetak.
Diperlukan gudang yang luas dan fasilitas curing
Diperlukan lapangan yang luas untuk produksi dalam jumlah yang besar.
Mana yang lebih menguntungkan pracetak atau cor di tempat????
Dari pembahasan diatas, beton pracetak tetap lebih memiliki banyak kelebihan di bandingkan dengan kelemahannya.
Ditinjau dari pengalokasian dana dalam suatu proyek sipil dan gedung
biaya kantor pusat : 6% – 8%
biaya konstruksi: 65% – 70%
biaya mekanikal : 10% -15%
biaya listrik : 10% – 15%
biaya kontingental : 10% -15%
Dapat dilihat biaya yang paling besar, adalah biaya untuk konstruksi bangunan gedung itu sendiri. Maka untuk menghemat biaya proyek kita harus cermat-cermat dalam mereduksi biaya konstruksi. Salah satu teknologi untuk mereduksi biaya konstruksi adalah dengan beton pracetak. Penghematan biaya dari teknologi pracetak adalah sbb :
Upah tenaga pabrik (pembuat beton pracetak) lebih rendah daripada pekerja tukang kita di lapangan.
Pemakaian bekisting lebih hemat
Waktu penyelesaian proyek lebih cepat.
Produktivitas yang lebih besar dari pekerja karena sebagian besar bekerja di permukaan tanah.
Tidak terpengaruh cuaca.

Penghematan :
Durasi proyek yang lebih singkat : dengan menggunakan beton pracetak, pekerjaan struktur yang masih harus dilaksanakan di lapangan adalah pekerjaan fondasi, di mana pelaksanaannya dapat bersamaan dengan produksi beton pracetak. Pengaturan jadwal produksi elemen beton pracetak dapat diatur sedemikian rupa sehingga elemen-elemen yang akan dipasang lebih awal dapat diproduksi lebi dahulu dan pada saatnya nanti elemen tersebut telah cukup umur. Pada saat pekerjaan struktur bawah selesai ,maka elemen-elemen beton pracetak yang telah cukup umur tersebut dapat di-Erction dalam waktu yang relatif singkat dibanding dengan pekerjaan cor di tempat. Dengan kegiatan pekerjaan yang overlapping serta cycle time erection. Maka proyek akan selesai dalam waktu yang lebih singkat.
Mereduksi biaya konstruksi