Menteri PU Canangkan Pembangunan Jembatan Merah Putih | PT Wijaya Karya Tbk (Persero)

Menteri PU Canangkan Pembangunan Jembatan Merah Putih | PT Wijaya Karya Tbk (Persero)

Lokasi pembangunan Jembatan Merah Putih (JMP) di Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon yang dicanangkan Menteri Negara Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Jumat (19/8) sore. (Foto: SP/Vonny Litamahuputty)
Lokasi pembangunan Jembatan Merah Putih (JMP) di Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon yang dicanangkan Menteri Negara Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Jumat (19/8) sore. (Foto: SP/Vonny Litamahuputty)
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mencanangkan pembangunan Jembatan Merah Putih (JMP) sepanjang 1.060 Meter, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Maluku ke-66. Menurut Djoko, pembangunan JMP ini sangat menunjang pengembangan fungsi kawasan sesuai Tata Kota Ambon. Pintu masuk dari dan ke Bandara, juga merupakan pintu masuk ke daerah Maluku Tengah (Malteng)
”Ambon adalah pusat regional, sebagai fungsi pelayanan wilayah, industri dan perdagangan di Maluku. Suatu saat kota ini akan jadi kota pariwisata yang baik. (Malteng). JMP merupakan gagasan penting karena merupakan penghubung antar Kecamatan di kota Ambon. Ambon sebagai simpul kegiatan perekonomian masuk dalam master plan perekonoian Indonesia sesuai dengan program pemerintah pusat,” tutur Djoko di lokasi pencanangan Lampu Lima Tantui Ambon, Jumat (19/8) sore.
Dengan adanya JMP ini dapat lebih meningkatkan aktifitas perekonomin dan pariwisata. Secara nasional anggaran untuk peningkatan infrastruktur jalan lewat APBN meningkat. Ini dapat memberikan manfaat yang besar karena koneksitas wilayah.
Sementara Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementrian PU Djoko Murjanto mengatakan, pembangunan jembatan tersebut selain berdampak mengurangi kemacetan di Kota Ambon, juga akan dijadikan sebagai salah satu objek wisata menarik bagi wisatawan di ibu kota provinsi Maluku itu.
”Manfaat pembangunan jembatan ini guna menunjang pengembangan fungsi kawasan di Teluk Ambon, sesuai Tata Ruang Kota Ambon yang telah menetapkan Desa Poka – Rumahtiga dan Wayame sebagai kawasan pendidikan serta Durian Patah – Telaga Kodok sebagai kawasan pemukiman dan penyangga,” ungkap Djoko.
Gubernur Maluku Karel Ralahallu mengatakan, masyarakat Maluku memperoleh kado ulang tahun ke-66 lewat pencanangan JMP dari pemerintah pusat. Karel menyatakan, walau demikian bukan berarti persoalan jalan di Maluku berakhir dengan dibangunnya JMP. Masalah trans Maluku menjadi persoalan tersendiri ke depan yang juga harus dijawab dan menjadi perhatian kita bersama. Trans Maluku membutuhkan dukungan untuk tataran transportasi wilayah secara multimoda darat dan laut. Provinsi Maluku miliki 36 ruas jalan, 897,31 Kilometer jalan yang masih harus dikerjakan di tujuh pulau.
Gagasan pembangunan JMP telah dilakukan sejak tahun 1995, sudah melewati lima masa Gubernur Maluku. Pembangunan JMP ini adalah makna wujud komitmen pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur transportasi, sebagai wilayah kepulauan.
Suara Pembaruan online