Jembatan Ampera Sayang, Jembatan Ampera Malang

Jembatan Ampera mulai dibangun pada 1962 dan selesai 1964. Jembatan ini didanai dari biaya rampasan perang Jepang yang berhasil diperjuangkan masyarakat Palembang semasa pemerintahan Soekarno.

 
Awalnya, jembatan ini diberi nama Jembatan Bung Karno. Namun sejak 1965 berganti nama jadi Jembatan Ampera.
 
Spesifikasi jembatan ini memiliki panjang 1.177 meter, lebar 22 meter, dan tinggi 11,5 meter di atas permukaan Sungai Musi. Letaknya di antara kampung 16 Ilir hingga menjangkau 7 Ulu melintasi sungai terbesar di Kota Pempek.
 
Dulu, sejak selesainya pembangunan sampai 1974, bentang tengah Jembatan Ampera dapat diangkat naik-turun secara hidrolik. Tapi karena korosi (karat) kini bagian itu tidak dapat lagi difungsikan.
 
Berulang kali terjadi insiden yang bisa-bisa merusak Jembatan Ampera. Seperti tiang jembatan ditabrak kapal. Terakhir, ,, kebakaran di bawah kolong Jembatan Ampera di kawasan Pasar Terminal 7 Ulu mengakibatkan kerusakan serius pada jembatan kebanggaan Wong Kito ini.
 
Berbagai kekhawatiran turut merebak seiring insiden tersebut. Apakah Jembatan Ampera akan bertahan lama atau rubuh dalam waktu yang tidak terduga?