Jembatan Balerang Batam

Jembatan Barelang merupakan jembatan kebanggaan warga batam,Bagi anda yang sudah pernah ke batam tentunya anda mengenal jembatan ini,karena jembatan yang satu ini selain penghubung antar pulau juga merupakan salah satu tempat yang di jadikan warga batam yang notabene pekerja sebagai sasaran berwisata kala libur tiba.Dan katanya nih,apabila anda sudah pernah ke batam tapi belum pernah melihat jembatan barelang itu berarti anda belum sampai ke batam.

Jembatan barelang di lihat dari atas 
                         
Nama Barelang sendiri merupakan singkatan dari BAtam, REmpang, dan gaLANG.Jembatan Barelang merupakan jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru.

Jembatan barelang terdiri dari enam jembatan yang di satukan oleh jalan raya .Keenam buah jembatan Barelang tersebut terdiri dari:

Jembatan Tengku Fisabilillah (jembatan I), jembatan yang terbesar
Jembatan Nara Singa (jembatan II)
Jembatan Raja Ali Haji (jembatan III)
Jembatan Sultan Zainal Abidin (jembatan IV)
Jembatan Tuanku Tambusai (jembatan V)
Jembatan Raja Kecik (jembatan VI)

                                    Jembatan barelang I-VI 

Jembatan barelang dibangun tahun 1992 atas prakarsa Bapak BJ Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi.Pada awalnya jembatan barelang dikenal dengan jembatan Habibie. Namun sekarang lebih di kenal dengan Jembatan Barelang.Total keseluruhan jembatan Barelang adalah sekitar 2264 Meter, dengan perincian Jembatan 1 sekitar 642m, jembatan 2 sekitar 420meter, jembatan 3 sekitar 270 meter, jembatan 4 sekitar 365 meter, jembatan 5 sekitar 365 meter dan jembatan 6 sekitar 180 meter.

                                     Barelang malam hari 

Jadi apabila anda suatu saat singgah di pulau batam ini jangan lupa untuk sejenak melihat Jembatan Primadonanya Batam ini.

Seluruh Jembatan Panjang Harus Di Evaluasi!


JEMBATAN AMBRUK, EVALUASI. bea-indonesia.org _ Jakarta. Pengamat dan ahli konstruksi mendesak pemerintah segera mengantisipasi dan mengevaluasi jembatan dengan bentang panjang, menyusul kasusambruknya dua jembatan bulan ini.

Ahli konstruksi Wiratman Wansadinata mengatakan salah satu yang perlu dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi kasus yang sama adalah dengan memperketat proses pelaksanaan jembatan panjang untuk memastikan kekuatan dan keamanannya.

Menurutnya, kecenderungan adanya peristiwa jembatan runtuh, kemungkinan besar disebabkan proses pelaksanannya yang kurang tepat. Apakah itu pada saat perencanaan desain, pembangunan konstruksi, pengoperasian atau bahkan pemeliharaan.

Akibatnya, katanya, usia jembatan yang harusnya bertahan dalam hitungan 50-100 tahun justru bisa rusak dalam hitungan 10 tahun saja seperti yang terjadi pada jembatan Kukar, Kalimantan Timur.

"Karena itu perlu ada pengawasan sejak proses perencanaan, bukan semata audit saja setelah terjadi kejadian," ujarnya hari ini.

Dia juga mengatakan sistem pengawasan itu juga diperlukan untuk menekan potensi keteledoran kontraktor seperti yang terjadi pada jembatan Marunda. Jembatan ini runtuh karena pemasangan gelagar yang tidak hati-hati.

Dirjen Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto mengatakan rencana audit pada 10 jembatan panjang di Indonesia saat ini masih dalam tahap persiapan.

"Kami masih evaluasi dulu yang mana yang akan diprioritaskan sehingga nanti ketika pelaksanaan bisa tepat" ujarnya.~~
[ bisnis.com/ bea-indonesia.org ]
Building Engineers Association Indonesia

Jangan Main-main Soal Jembatan


Jembatan Mahakam Dua sebelum runtuh. (foto:istimewa)
Artikel ini di kutip dari harian Investor Daily, edisi Rabu (30/11/2011). Semoga bermanfaat untuk pembelajaran kita semua terkait dengan sistem transportasi yang aman, nyaman, dan selamat.
KISAH Titin yang terbawa derasnya arus Sungai Mahakam, Kalimantan Timur (Kaltim), hingga akhirnya diselamatkan pria paruh baya di atas perahu kayuh, bukan mustahil bakal terulang. Titin, yang sehari-hari seorang asisten dosen, beruntung. Hingga Selasa (29/11) pagi, sebanyak 18 jiwa lainnya tewas sia-sia akibat runtuhnya Jembatan Mahakam II di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kaltim, Sabtu (26/11) pukul 16.20 WITA. Masih puluhan korban yang hilang dan hingga Selasa belum ditemukan.
Jembatan runtuh. Rasanya sebuah kabar yang cukup menyengat. Maklum, jembatan yang ini bukan main-main. Panjang totalnya 1.050 meter (m), bentang bebas 270 m, dan menggunakan konstruksi gantung. “Ambruknya jembatan itu merupakan insiden langka dalam sejarah konstruksi jembatan di Indonesia,” tukas Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, mengomentari runtuhnya jembatan yang dioperasikan sejak 2001.
Dia mengaku, sangat jarang jembatan yang baru berusia 10 tahun runtuh atau ambruk. Seharusnya jembatan dibangun untuk tujuan jangka panjang, tidak mungkin hanya untuk 10 tahun saja.
Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) memperkirakan ada 88 ribu jembatan di Indonesia. Sebagian besar melintasi sungai kecil. Untuk ruas jalan nasional dan provinsi ada sekitar 32 ribu jembatan dengan panjang total sekitar 54 ribu meter. Jumlah jembatan yang melintasi sungai-sungai dengan lebar lebih dari 100 meter kurang dari 2%. Ini menunjukkan bahwa kebijaksanaan penggunaan bangunan atas dengan tipe dan panjang standar harus lebih diprioritaskan untuk mempercepat program penanganan jaringan jalan secara nasional.

Jembatan ketika runtuh, Sabtu (26/11/2011). (foto;tribunnews)
Nah, untuk jenis jembatan gantung seperti Mahakam Dua, menurut Direktur Jendral Bina Marga Kemen PU Djoko Murjanto, saat ini ada sekitar 90 jembatan gantung dengan bentang panjang. “Semuanya masih dalam kondisi aman. Namun demikian, pemerintah akan mengevaluasi seluruh jembatan tersebut, baik yang sudah ada maupun dalam tahap rencana,” kata dia, di Jakarta, Selasa.
Komite Pemantau
Untuk meyakinkan publik tentang keamanan kondisi jembatan dan menghapuskan kekhawatiran agar tidak terulang tragedi jembatan Mahakam Dua, pemerintah akan membentuk Komite Keamanan Jembatan Bentang Panjang, sebagai tim pemantau pelaksanaan dan pemeliharaan jembatan dengan panjang diatas 100 meter di Indonesia.
Djoko Murjanto mengatakan, saat ini tupoksi dan pihak-pihak mana saja yang akan terlibat dalam komite tersebut masih diformulasikan oleh Kementerian PU. Namun demikian, asosiasi ahli konstruksi, dan ahli dari akademisi. Tim tersebut juga nantinya diarahkan untuk menyusun pedoman baku dalam pembangunan, pelaksanaan dan pemeliharaan jembatan bentang panjang di Indonesia. “Tim ini memantau pelaksanaan jembatan panjang ini mulai dari perencanaan hingga pemeliharaannya,” kata Djoko Murjanto.
Selain itu, komite juga akan bertugas mengevaluasi ketahanan dan kualitas jembatan panjang yang sudah terbangun, untuk mengetahui tingkat keamanan dan usia proyek yang masih bisa dimanfaatkan. Pembentukan komite diharapkan segera terealisasi akhir 2011 atau paling lambat awal tahun depan sudah mulai bekerja. Selain pembentukan komite, kata Djoko, Kementerian PU akan mempercepat penerbitan petunjuk teknis pemeliharaan jembatan bentang panjang yang sampai saat ini belum juga diberlakukan.
Menurut dia, penerbitan juknis itu akan dipercepat akhir tahun ini. Kementerian PU tengah memfinalisasi isian juknis dan pemenuhan syarat administrasinya sebelum diterbitkan dan disebarkan ke seluruh wilayah Indonesia tempat dimana jembatan bentang panjang dibangun.
Kita tahu, penanggung jawab pemeliharaan jembatan bisa dilakukan oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah. Kecuali untuk kondisi tertentu, seperti jalan laying tol atau jembatan yang berfungsi sebagai jalan tol seperti jembatan Suramadu. Direktur Operasi PT Jasa Marga Tbk Adityawarman mengatakan, pihaknya menjaga kualitas jalan layang Sedyatmo dan jembatan Suramadu. “Untuk Suramadu kewajiban kami adalah hanya mengelola jembatan seperti pembersihan dan jalan berlubang saja, kalau untuk pemeliharaan lebih besar lagi, seperti taing, kabel dan lainnya masih dipegang oleh pemerintah,” kata dia.
Untuk tol Sedyatmo, Jasa Marga melakukan pemeliharaan rutin dan pemantauan setiap saat, karena tol tersebut diberikan alat deteksi, terutama juga kalau terjadi banjir dan kerusakan lainnya akan terpantau.

JEMBATAN TENGKU AGUNG SULTANAH LATIFAH


“Bukan Sekedar Jembatan, Tapi Sejarah Baru Kepariwisataan Kabupaten Siak”
Di tempat lain, umumnya,  fungsi “Jembatan” hanya sebatas  sarana  transportasi yang melalui atau memotong lintasan lain tanpa menyebabkan  terputusnya  arus lintasan tersebut. Namun, berbeda dengan “Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah” di Kota Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak -Propinsi Riau. Keberadaannya selain sebagai media transportasi, juga menjadi nilai plus bagi sektor pariwisata di daerah ini. Setiap hari besar dan  hari-hari libur yang lain “titian raksasa” yang membentang di atas sungai Pejantan ini  selalu ramai pengunjung. Simak liputan Tim E-I ketika berada di sana.

Jembatan Siak yang berada di Ibu Kota Kabupaten Siak Provinsi Riau ini membentang indah dia atas sungai Siak. “Sungai Pejantan” adalah julukan sungai ini di masa lampau. Jembatan yang didesain hingga usia lebih dari 100 tahun ini dibangun melalui sistem cable stayed, dengan konstruksi modern. Jembatan Siak  dirancang sejak tahun 2001 oleh Tim Ahli dari ITB, memiliki panjang 1.196 meter, lebar 16,95 meter ditambah dua buah trotoar selebar 2,25 meter yang mengapit sisi kanan dan kiri jembatan. Ketinggian Jembatan Siak mencapai 23 meter di atas permukaan air Sungai Siak yang lebarnya mencapai sekitar 300 meter. Di atas jembatan berdiri dua menara setinggi masing- masing 80 meter yang dilengkapi dengan dua buah lift untuk menuju puncak menara. Kedepan dua menara tersebut nantinya akan menjadi “Point Value” di sektor wisata karena akan dibangun lokasi kafe sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan panorama Kota Siak yang dilintasi sungai yang meliuk bak seekor naga.

Pembangunan Jembatan Siak dimulai sejak 27 Desember 2002 dengan
biaya mencapai Rp. 277 miliar yang murni diambil dari dana APBD Kabupaten Siak. Jembatan yang diresmikan oleh Presiden SBY, Gubernur Riau Rusli Zainal, dan Bupati Siak Arwin AS ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan di wilayah tersebut.  Pengaruh jembatan ini sangat besar terhadap perkembangan Kabupaten Siak, baik dari segi ekonomi maupun dari segi wisata. Jembatan Sultanah Latifah ini kian memperkuat Siak sebagai daerah kunjungan wisata Riau karena selain Istana Kesultanan Siak jembatan ini juga banyak dikunjungi para wisatawan.
Mengingat wilayah Kabupaten Siak ini dibelah oleh sungai besar, maka keberadaan jembatan sangatlah berpengaruh bagi perkembangan kabupaten ini. Dan sejak Jembatan Sultanah Agung Latifah difungsikan jalur akses dari Siak menuju Pekanbaru maupun sebaliknya menjadi mudah, kita tidak perlu lagi menggunakan kapal penyeberangan atau melintasi sungai jika ingin melihat obyek-obyek wisata di sana. Sungai Siak sendiri terkenal sebagai sungai terdalam di Indonesia.
Pesona Jembatan dan Browsing Internet
Pesona Jembatan “Tengku Agung Sultanah Latifah” memang bak gadis cantik yang memikat setiap pria yang melihatnya, seakan tiada bosan mata mamandang keanggunannya dari tepian yang satu hingga ke pinggiran sungai lainnya. Biiasanya pengunjung yang datang dari luar kabupaten langsung berada di atas jembatan untuk berfoto atau memandangi panorama sungai yang meliuk seperti seekor naga, beserta aktifitas pelayaran di bawahnya.

Tidak cukup hanya sampai di situ, banyak alternatif untuk menikmati pesona jembatan ini, salah satunya adalah melihat jembatan dari lokasi “Turap”. Turap adalah bantaran sungai yang dibangun Pemda sepanjang pinggiran sungai Siak di seputaran Kota Siak Sri Indrapura. Sambil menikmati makanan dan minuman yang disajikan para pemilik kafe di lokasi Turap, Anda bisa melihat panorama Jembatan dari kejauhan. Di sore hari, jika beruntung, Anda akan mendapati Sunset. Kilauan air Siak yang berwarna keemasan diterpa sang surya semakin menambah indahnya sang jembatan.
Rupanya Pemda Siak masih memanjakan para wisatawan yang berada di sana. Ada banyak area HotSpot – Free Wifi Accses telah dipasang di sana. Salah satunya adalah yang berada di kawasan Turap. Bagi anda yang suka dunia maya, tinggal buka laptop, fungsikan Wifi-nya dan langsung bisa internetan. Jadi bak kata pepatah “Sekali merengkuh dayung dua-tiga pulau terlampaui.” Nikmati “gadis pujaan, putri mahkota kerajaan” Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah sambil berbincang ria dengan rekan, handai toland, atau kenalan baru di kejauhan sana. (Hermawan Hariadi)

Malaysia Antusias Bangun Jembatan Malaka


Proyek Jembatan Selat Malaka yang menghubungkan Malaka dengan Pulau Rupat, pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, akan menjadi proyek ambisisus bagi Malaysia dan Indonesia. Bagaimana tidak, pembangunan jembatan sepanjang 127,93 kilometer itu diperkirakan menelan dana hingga US$12,75 miliar atau Rp114 triliun.
Calon investor yang akan menangani jembatan ini, Strait of Malacca Partners Sdn Bhd, menyatakan pembangunan ini didasari oleh optimisme Malaysia menjadi negara maju pada 2020, dan Indonesia pada 2025. "Jembatan ini akan menjadi landasan negara Asia Tenggara yang beragam dan secara cepat menjadi pusat kekuatan regional," tulis proposal Strait of Malacca Partners Sdn Bhd.
Jembatan Selat Malaka
Jembatan Selat Malaka akan menyokong pertumbuhan ekonomi bagi Asia Tenggara, khususnya Malaysia dan Indonesia. Sebab, nantinya jembatan tak hanya sebagai penyeberangan, tetapi juga tempat wisata.

Konsep jembatan ini didesain agar orang yang melewati dapat menikmati jembatan dari dua sudut pandang yang berbeda. Bisa melihat pemandangan laut, pulau, dan garis pantai yang indah. Karena itu, proyek yang akan melibatkan pemerintah Malaysia dan Indonesia ini, juga akan dibangun infrastruktur yang memadai, termasuk di Pulau Rupat.

Bahkan, proyek ini juga akan dilanjutkan dengan pembangunan jembatan sekunder yang menghubungkan Pulau Rupat dengan Dumai di Pulau Sumatera.

Memang, bila dilihat jarak, pembangunan infrastruktur di Indonesia lah yang paling banyak. Indonesia harus membangun 71 kilometer jalan di Pulau Rupat, dan 8 kilometer jalan jembatan Rupat-Dumai. Sementara itu, jembatan utama sendiri 48,69 kilometer. Namun, dari biaya, jembatan utamanya yang paling besar. Jembatan utama diperkirakan menelan Rp98 triliun, sedangkan infrastruktur di Indonesia Rp16 triliun.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen akan membangun Jembatan Selat Malaka bersama dengan pemerintah Malaysia. Langkah ini bisa menjadikan Riau sebagai pintu masuk Malaysia. (art)
• VIVAnews

Menteri PU Canangkan Pembangunan Jembatan Merah Putih | PT Wijaya Karya Tbk (Persero)

Menteri PU Canangkan Pembangunan Jembatan Merah Putih | PT Wijaya Karya Tbk (Persero)

Lokasi pembangunan Jembatan Merah Putih (JMP) di Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon yang dicanangkan Menteri Negara Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Jumat (19/8) sore. (Foto: SP/Vonny Litamahuputty)
Lokasi pembangunan Jembatan Merah Putih (JMP) di Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon yang dicanangkan Menteri Negara Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Jumat (19/8) sore. (Foto: SP/Vonny Litamahuputty)
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mencanangkan pembangunan Jembatan Merah Putih (JMP) sepanjang 1.060 Meter, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Maluku ke-66. Menurut Djoko, pembangunan JMP ini sangat menunjang pengembangan fungsi kawasan sesuai Tata Kota Ambon. Pintu masuk dari dan ke Bandara, juga merupakan pintu masuk ke daerah Maluku Tengah (Malteng)
”Ambon adalah pusat regional, sebagai fungsi pelayanan wilayah, industri dan perdagangan di Maluku. Suatu saat kota ini akan jadi kota pariwisata yang baik. (Malteng). JMP merupakan gagasan penting karena merupakan penghubung antar Kecamatan di kota Ambon. Ambon sebagai simpul kegiatan perekonomian masuk dalam master plan perekonoian Indonesia sesuai dengan program pemerintah pusat,” tutur Djoko di lokasi pencanangan Lampu Lima Tantui Ambon, Jumat (19/8) sore.
Dengan adanya JMP ini dapat lebih meningkatkan aktifitas perekonomin dan pariwisata. Secara nasional anggaran untuk peningkatan infrastruktur jalan lewat APBN meningkat. Ini dapat memberikan manfaat yang besar karena koneksitas wilayah.
Sementara Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementrian PU Djoko Murjanto mengatakan, pembangunan jembatan tersebut selain berdampak mengurangi kemacetan di Kota Ambon, juga akan dijadikan sebagai salah satu objek wisata menarik bagi wisatawan di ibu kota provinsi Maluku itu.
”Manfaat pembangunan jembatan ini guna menunjang pengembangan fungsi kawasan di Teluk Ambon, sesuai Tata Ruang Kota Ambon yang telah menetapkan Desa Poka – Rumahtiga dan Wayame sebagai kawasan pendidikan serta Durian Patah – Telaga Kodok sebagai kawasan pemukiman dan penyangga,” ungkap Djoko.
Gubernur Maluku Karel Ralahallu mengatakan, masyarakat Maluku memperoleh kado ulang tahun ke-66 lewat pencanangan JMP dari pemerintah pusat. Karel menyatakan, walau demikian bukan berarti persoalan jalan di Maluku berakhir dengan dibangunnya JMP. Masalah trans Maluku menjadi persoalan tersendiri ke depan yang juga harus dijawab dan menjadi perhatian kita bersama. Trans Maluku membutuhkan dukungan untuk tataran transportasi wilayah secara multimoda darat dan laut. Provinsi Maluku miliki 36 ruas jalan, 897,31 Kilometer jalan yang masih harus dikerjakan di tujuh pulau.
Gagasan pembangunan JMP telah dilakukan sejak tahun 1995, sudah melewati lima masa Gubernur Maluku. Pembangunan JMP ini adalah makna wujud komitmen pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur transportasi, sebagai wilayah kepulauan.
Suara Pembaruan online

ELASTOMER JEMBATAN,BANTALAN KARET JEMBATAN,PERLETAKAN ELASTOMER - Malang - Business - Industrial

ELASTOMER JEMBATAN,BANTALAN KARET JEMBATAN,PERLETAKAN ELASTOMER - Malang - Business - Industrial

Bantalan Karet Jembatan ( ELASTOMER KARET JEMBATAN ) adalah karet vulkanisat yang berbentuk dan berukuran tertentu dengan atau tanpa plat penguat didalamnya.
Elastomer Karet Jembatan
Bantalan Karet Tipe Polos dan Bantalan Karet Tipe Laminasi (dengan Plat di dalamnya) sesuai dengan SNI 03-3967-2008.Dipasang diantara bangunan atas dan bangunan bawah jembatan yang berfungsi untuk menampung gerakan, gaya vertical dan gaya horizontal pada bangunan atas terhadap bangunan bawah yang disebabkan oleh muatan primer, sekunder dan khusus,bantalan karet jembatan biasa digunakanuntuk konstruksi jembatan,jalan tol,flyover dan penggunaan konstruksi lainnya.
Bantalan karet jembatan atau Perletakan Elastomer tersebut menggunakan material karet alam maupun Neoprene (untuk ketahanan yang lebih bagus)
Kami Gada Bina Usaha telah mengirimkan berbagai tipe dan ukuran Bantalan Karet Jembatan ke berbagai wilayah di Indonesia
Kontak kami : Gada Bina Usaha- Malang Indonesia
Julius Andreas
Telp : 0341-7769955
Fax : 0341-795882
Mobile : 0818386648,081233069330

Prosedur Pemasangan Bantalan Elastomer Karet Jembatan atau Elastomer Perletakan Jembatan

Pemasangan Bantalan Elastomer Karet Jembatan atau Elastomer Perletakan Jembatan

Pedoman ini mengatur langkah-langkah dalam pemasangan Elastomer Bridge Bearing Pad (Bantalan Elastomer Karet) agar tidak terjadi kerusakan akibat pemasangan yang salah selain itu pedoman ini memberikan petunjuk mengenai tata cara pemilihan bahan-bahan/produksi Elastomer Rubber Bearing Pads agar Bantalan Karet dapat berfungsi secara optimum.KLIK DISINI

Konstruksi Jembatan Terpendek di Dunia!

Dua pulau yang saling berdekatan ternyata berada dalam dua wilayah berbeda! Pulau yang besar berada dalam wilayah Kanada sedang pulau yang kecil berada di wilayah Amerika Serikat! Yang lebih menarik lagi dua pulau beda Negara ini dihubungkan oleh jembatan sepanjang 10 meter! Inilah jembatan internasional terkecil atau terpendek di dunia.
Konstruksi Jembatan Internasional Terpendek di Dunia!
‘Pasangan’ pulau terletak dekat Rockport disebut Zavikon. Dua pulau itu termasuk kumpulan ‘kepulauan seribu’ yang berada di Saint Lawrence River di Teluk Alexandria, perbatasan AS-Kanada.
Persetujuan batas wilayah ini telah disepakati antara kedua Negara-AS dan Kanada-sejak 1793. Namun kedua Negara memutuskan tidak akan membagi dua pulau diperbatasan. Sekitar 2/3 pulau berada di wilayah Kanada, 1/3 nya berada di Amerika. AS maupun Kanada, menganggap posisi mereka setara dalam hal kepemilikan pulau.
Namun bagi pemandu wisata ini merupakan ‘keuntungan’ karena dari segi pariwisata keberadaan dua pulau ini menjadi sangat unik dan menarik ‘dijual’. Para pemandu wisata ingin jembatan internasional terkecil di dunia diketahui khalayak.
Pulau besar yg diklaim sebagai wilayah Kanada dibangun rumah, sementara pulau kecil yg merupakan bagian dari Amerika, berfungsi sebagai halaman belakang rumah.

Jembatan Masa Depan (The Paik Nam June Media Bridge - Seoul )

Banyak ikon jembatan dibangun pada abad ini seperti Jembatan Brooklyn, Jembatan Golden Gate, dan Sydney Harbour Bridge, dan masih banyak lagi. Tapi seperti apa jembatan masa depan ? Sebuah firma arsitektur di Seoul berbasis arsitektur memberikan  jawabannya.

The Paik Nam June Media Bridge ( Seoul ) : tidak hanya berfungsi sebagai jembatan, tapi megastruktur sepanjang 0,67 mil (1080 m) ini juga akan berfungsisebagai taman, ruang pertemuan, mall, museum, dan banyak lagi. Selain itu, jembatan ini juga akan menyediakan ruang hijau baru untuk kota Seoul. Dan hebatnya lagi dari konsep desain ini adalah seluruh jembatan akan ditutupidengan panel surya untuk menghasilkan energi sendiri. (via : mymodernmet )










Pemantauan Pergerakan Tanah ( landslide ) menggunakan teknologi GPS

Landslides (batuan/ tanah longsor) merupakan contoh yang spektakuler dari proses geologi yang disebut mass wasting. Mass Wasting yang sering juga disebut mass movement, merupakan perpindahan masa batuan, regolit dan tanah dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah karena gaya gravitasi. Setelah batuan lapuk, gaya gravitasi akan menarik material hasil pelapukan ke tempat yang lebih rendah. Sungai biasanya membawa material tersebut ke laut dan tempat yang rendah lainnya untuk diendapkan, sehingga terbentuklah bentang alam bumi perlahan-lahan.
Meskipun gravitasi merupakan faktor utama terjadinya mass wasting, ada beberapa faktor lain yang berpengaruh juga terhadap terjadinya proses tersebut. Air merupakan salah satu dari faktor-faktor tersebut. Apabila pori-pori sedimen terisi oleh air, gaya kohesi antar material akan semakin lemah, sehingga memungkinkan partikel-partikel tersebut dengan mudah untuk bergeser. Sebagai contoh, pasir akan menggumpal dengan baik pada kondisi yang lembab, tetapi bila kedalam pasir tersebut ditambahkan air, maka air akan membuka dan mengisi rongga diantara partikel pasir, dan butir pasir akan mengembang kesegala arah. Jadi kejenuhan akan mengurangi tahanan dalam material, sehingga akan dengan mudah digerakkan oleh gaya gravitasi. Selain itu air juga akan menambah berat masa material, sehingga dengan demikian cukup untuk menyebabkan material untuk meluncur ke bawah.
Kemiringan lereng yang terjal juga merupakan faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya mass movement. Partikel lepas dan tidak terganggu, serta membentuk kemiringan yang stabil disebut “angle of repose”, yaitu kemiringan lereng maksimum yang material penyusunnya tetap stabil. Tergantung pada ukuran dan bentuk partikelnya, besarnya sudut lereng bervariasi dari 25o sampai 40o. Semakin besar dan menyudut partikelnya, semakin besar sudut kemiringan stabilnya. Jika kemiringan bertambah, rombakan batuan akan menstabilkan kedudukannya dengan meluncur ke bawah. Banyak kondisi di alam yang menyebabkan keadaan tersebut, antara lain sungai yang menggerus dinding lembahnya, dan ombak yang mengikis bagian dasar dari tebing pantai. Manusia juga dapat menyebabkan kemiringan lereng yang menjadi semakin besar sehingga dapat mengakibatkan terjadinya mass wasting.
TEKNIK PEMANTAUAN LANDSLIDE  DENGAN GPS
Survei GPS adalah metode penentuan posisi dari beberapa titik secara teliti (orde ketelitian mm-cm) terhadap satu atau beberapa titik kontrol yang telah diketahui koordinatnya, dengan menggunakan data pengamatan fase dari beberapa satelit GPS yang diamati dalam selang waktu tertentu [Abidin, 2000; Abidin et al., 2002]. Prinsip studi landslide dengan metode survei GPS adalah dengan membandingkan koordinat dari beberapa titik pada daerah rawan landslide (gerakan tanah) yang diperoleh dari beberapa survei GPS yang dilakukan dengan selang waktu tertentu. Karakteristik gerakan tanah diperoleh dengan melakukan analisa pergeseran terhadap perbedaan koordinat dari titik-titik GPS yang diperoleh tersebut
Untuk mendapatkan nilai perbedaan koordinat yang baik dengan tingkat ketelitian dalam orde beberapa mm, survei GPS harus dilakukan dengan receiver GPS tipe geodetik, sebaiknya dari jenis dua frekuensi. Lama pengamatan di setiap titik disesuaikan dengan jarak antar titik pengamatan. Untuk jarak lebih pendek dari 5 km, maka pengamatan selama 2-3 jam biasanya sudah memadai untuk mencapai  tingkat ketelitian beberapa mm.
Survei GPS sudah banyak dimanfaatkan untuk studi gerakan tanah, terutama di luar Indonesia, seperti yang dapat dilihat di [Gili et al., 2000; Moss, 2000; Malet et al., 2002; Rizzo, 2002; Mora et al., 2003]. Untuk mendapatkan informasi gerakan tanah yang lebih terpadu, karakteristik gerakan tanah yang diperoleh dari GPS ini sebaiknya diintegrasikan dan dikorelasikan dengan data hidro-geologi dan geologi teknik dari kawasan tersebut.
BENCANA AKIBAT LANDSLIDE
Landslide adalah salah satu bencana kebumian yang cukup sering terjadi di Indonesia, terutama selama musim hujan di kawasan perbukitan dan pegunungan. Bencana ini tidak hanya menghancurkan lingkungan hidup serta sarana dan prasarana, tapi umumnya juga menimbulkan korban jiwa. Menurut catatan yang ada rata-rata sekitar 75 kejadian bencana tanah longsor terjadi di Pulau Jawa/ Madura per  tahun, yang memakan banyak korban baik jiwa maupun material.  Oleh karena itu proses pemantauan bahaya dan mitigasi bencana longsor ini adalah sangat penting untuk dilaksanakan secara baik dan berkesinambungan
TEKNIK PEMANTAUAN LANDSLIDE
Kegiatan pemantauan landslide untuk upaya meminimumkan dampak buruk yang dapat terjadi akibat fenomena bencana alam tanah longsor telah banyak dilakukan antara lain dengan cara penyelidikan langsung di lapangan baik secara periodik maupun setelah terjadi bencana, dalam rangka mencari faktor penyebab bencana, dan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana serupa yang mungkin terjadi di waktu yang akan datang. Selain itu, telah mulai dibuat  peta-peta daerah rawan tanah longsor skala nasional, dan skala wilayah/daerah melalui peta data kelongsoran yang tersedia dan data kemiringan lereng dari peta topografi, yang dapat dapat dijadikan sebagai panduan bagi pihak-pihak terkait untuk mengantisipasi keterjadian tanah longsor di suatu wilayah. Penggunaan teknologi juga mulai banyak dilakukan, diantaranya dengan memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS), EDM, dan teknologi lainnya.
reno@indogeotech.com
http://geosurvey.indonetwork.co.id
http://www.indogeotech.com
oNly Navigate & Surveying