Pertama di Indonesia Teknologi Bascule (Teknologi Buka Tutup pada Jembatan)

"Pembangunan jembatan mengadopsi teknologi bascule atau dapat dibuka-tutup yang berasal dari Eropa. Teknologi ini merupakan pertama kali diterapkan di Indonesia," kata Direktur Keuangan PP Tumiyana saat acara buka puasa bersama di Jakarta, Kamis (26/8). 
PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk, BUMN yang bergerak di sektor jasa konstruksi, memenangkan pekerjaan pembangunan Jembatan Batu Rusa II di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) senilai Rp 134,5 miliar, di mana proyek itu merupakan murni dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Bangka Belitung.
Tumiyana menjelaskan, jembatan didesain dengan empat lajur dan memiliki panjang 784,5 meter dan lebar 23,2 meter. "Teknologi bascule sendiri diaplikasikan pada bentang tengah. Dengan teknologi bascule, maka tinggi jembatan hanya 15 meter saja, sehingga mempermudah kendaraan yang melintas di atasnya," kata dia.


Khusus untuk pembangunan jembatan, kata dia, PP sebelumnya juga telah berhasil menyelesaikan proyek prestisius Jembatan Balerang yang menghubungkan Pulau Batam-Rempang dan Pulau Galang. Khusus untuk Jembatan Batu Rusa II, jelasnya, menjadi daya tarik (landmark) Provinsi Babel untuk mengembangkan sektor pariwisata yang memang selama ini menjadi andalan.
Selain itu, Tumiyana juga mengatakan, pada semester I tahun 2010, perseroan mencatat lonjakan laba bersih sebesar 122 persen atau Rp 25,22 miliar dibanding laba bersih di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 11,38 miliar.
Untuk laba usaha, lanjut Tumiyana, pada semester satu tahun ini mencapai Rp 89,03 miliar, sehingga marjin laba usaha naik dari 6 persen menjadi 6,6 persen di semester satu tahun 2010 ini. "Hal ini disebabkan oleh peningkatan kinerja profitabilitas proyek dan perusahaan yang terus-menerus didorong melalui strategi bisnis yang tepat dan fokus terhadap inovasi," katanya.
Sementara menyangkut kontribusi pendapatan di sektor properti, dia mengatakan, sebanyak 70 persen masih berasal dari pembangunan gedung, sedangkan lainnya dari pembangunan tol, pelabuhan, dan jembatan. Sementara untuk proyek yang didapat 2009 yang digarap pada 2010 (carry over) ditambah proyek baru yang didapat tahun 2010, PP berhasil memperoleh pendapatan senilai Rp 2,2 triliun. 

Sumber :
http://www.suarakarya-online.com