Jumat, 23 Desember 2011

Jembatan Balerang Batam


Jembatan Barelang merupakan jembatan kebanggaan warga batam,Bagi anda yang sudah pernah ke batam tentunya anda mengenal jembatan ini,karena jembatan yang satu ini selain penghubung antar pulau juga merupakan salah satu tempat yang di jadikan warga batam yang notabene pekerja sebagai sasaran berwisata kala libur tiba.Dan katanya nih,apabila anda sudah pernah ke batam tapi belum pernah melihat jembatan barelang itu berarti anda belum sampai ke batam.

                         Jembatan barelang di lihat dari atas 

Nama Barelang sendiri merupakan singkatan dari BAtam, REmpang, dan gaLANG.Jembatan Barelang merupakan jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru.

Jembatan barelang terdiri dari enam jembatan yang di satukan oleh jalan raya .Keenam buah jembatan Barelang tersebut terdiri dari:

Jembatan Tengku Fisabilillah (jembatan I), jembatan yang terbesar
Jembatan Nara Singa (jembatan II)
Jembatan Raja Ali Haji (jembatan III)
Jembatan Sultan Zainal Abidin (jembatan IV)
Jembatan Tuanku Tambusai (jembatan V)
Jembatan Raja Kecik (jembatan VI)

                                    Jembatan barelang I-VI 

Jembatan barelang dibangun tahun 1992 atas prakarsa Bapak BJ Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi.Pada awalnya jembatan barelang dikenal dengan jembatan Habibie. Namun sekarang lebih di kenal dengan Jembatan Barelang.Total keseluruhan jembatan Barelang adalah sekitar 2264 Meter, dengan perincian Jembatan 1 sekitar 642m, jembatan 2 sekitar 420meter, jembatan 3 sekitar 270 meter, jembatan 4 sekitar 365 meter, jembatan 5 sekitar 365 meter dan jembatan 6 sekitar 180 meter.

                                     Barelang malam hari 

Jadi apabila anda suatu saat singgah di pulau batam ini jangan lupa untuk sejenak melihat Jembatan Primadonanya Batam ini.

Rabu, 21 Desember 2011

Seluruh Jembatan Panjang Harus Di Evaluasi!


JEMBATAN AMBRUK, EVALUASI. bea-indonesia.org _ Jakarta. Pengamat dan ahli konstruksi mendesak pemerintah segera mengantisipasi dan mengevaluasi jembatan dengan bentang panjang, menyusul kasusambruknya dua jembatan bulan ini.

Ahli konstruksi Wiratman Wansadinata mengatakan salah satu yang perlu dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi kasus yang sama adalah dengan memperketat proses pelaksanaan jembatan panjang untuk memastikan kekuatan dan keamanannya.

Menurutnya, kecenderungan adanya peristiwa jembatan runtuh, kemungkinan besar disebabkan proses pelaksanannya yang kurang tepat. Apakah itu pada saat perencanaan desain, pembangunan konstruksi, pengoperasian atau bahkan pemeliharaan.

Akibatnya, katanya, usia jembatan yang harusnya bertahan dalam hitungan 50-100 tahun justru bisa rusak dalam hitungan 10 tahun saja seperti yang terjadi pada jembatan Kukar, Kalimantan Timur.

"Karena itu perlu ada pengawasan sejak proses perencanaan, bukan semata audit saja setelah terjadi kejadian," ujarnya hari ini.

Dia juga mengatakan sistem pengawasan itu juga diperlukan untuk menekan potensi keteledoran kontraktor seperti yang terjadi pada jembatan Marunda. Jembatan ini runtuh karena pemasangan gelagar yang tidak hati-hati.

Dirjen Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto mengatakan rencana audit pada 10 jembatan panjang di Indonesia saat ini masih dalam tahap persiapan.

"Kami masih evaluasi dulu yang mana yang akan diprioritaskan sehingga nanti ketika pelaksanaan bisa tepat" ujarnya.~~
[ bisnis.com/ bea-indonesia.org ]
Building Engineers Association Indonesia

Rabu, 30 November 2011

Jangan Main-main Soal Jembatan


Jembatan Mahakam Dua sebelum runtuh. (foto:istimewa)
Artikel ini di kutip dari harian Investor Daily, edisi Rabu (30/11/2011). Semoga bermanfaat untuk pembelajaran kita semua terkait dengan sistem transportasi yang aman, nyaman, dan selamat.
KISAH Titin yang terbawa derasnya arus Sungai Mahakam, Kalimantan Timur (Kaltim), hingga akhirnya diselamatkan pria paruh baya di atas perahu kayuh, bukan mustahil bakal terulang. Titin, yang sehari-hari seorang asisten dosen, beruntung. Hingga Selasa (29/11) pagi, sebanyak 18 jiwa lainnya tewas sia-sia akibat runtuhnya Jembatan Mahakam II di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kaltim, Sabtu (26/11) pukul 16.20 WITA. Masih puluhan korban yang hilang dan hingga Selasa belum ditemukan.
Jembatan runtuh. Rasanya sebuah kabar yang cukup menyengat. Maklum, jembatan yang ini bukan main-main. Panjang totalnya 1.050 meter (m), bentang bebas 270 m, dan menggunakan konstruksi gantung. “Ambruknya jembatan itu merupakan insiden langka dalam sejarah konstruksi jembatan di Indonesia,” tukas Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, mengomentari runtuhnya jembatan yang dioperasikan sejak 2001.
Dia mengaku, sangat jarang jembatan yang baru berusia 10 tahun runtuh atau ambruk. Seharusnya jembatan dibangun untuk tujuan jangka panjang, tidak mungkin hanya untuk 10 tahun saja.
Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) memperkirakan ada 88 ribu jembatan di Indonesia. Sebagian besar melintasi sungai kecil. Untuk ruas jalan nasional dan provinsi ada sekitar 32 ribu jembatan dengan panjang total sekitar 54 ribu meter. Jumlah jembatan yang melintasi sungai-sungai dengan lebar lebih dari 100 meter kurang dari 2%. Ini menunjukkan bahwa kebijaksanaan penggunaan bangunan atas dengan tipe dan panjang standar harus lebih diprioritaskan untuk mempercepat program penanganan jaringan jalan secara nasional.

Jembatan ketika runtuh, Sabtu (26/11/2011). (foto;tribunnews)
Nah, untuk jenis jembatan gantung seperti Mahakam Dua, menurut Direktur Jendral Bina Marga Kemen PU Djoko Murjanto, saat ini ada sekitar 90 jembatan gantung dengan bentang panjang. “Semuanya masih dalam kondisi aman. Namun demikian, pemerintah akan mengevaluasi seluruh jembatan tersebut, baik yang sudah ada maupun dalam tahap rencana,” kata dia, di Jakarta, Selasa.
Komite Pemantau
Untuk meyakinkan publik tentang keamanan kondisi jembatan dan menghapuskan kekhawatiran agar tidak terulang tragedi jembatan Mahakam Dua, pemerintah akan membentuk Komite Keamanan Jembatan Bentang Panjang, sebagai tim pemantau pelaksanaan dan pemeliharaan jembatan dengan panjang diatas 100 meter di Indonesia.
Djoko Murjanto mengatakan, saat ini tupoksi dan pihak-pihak mana saja yang akan terlibat dalam komite tersebut masih diformulasikan oleh Kementerian PU. Namun demikian, asosiasi ahli konstruksi, dan ahli dari akademisi. Tim tersebut juga nantinya diarahkan untuk menyusun pedoman baku dalam pembangunan, pelaksanaan dan pemeliharaan jembatan bentang panjang di Indonesia. “Tim ini memantau pelaksanaan jembatan panjang ini mulai dari perencanaan hingga pemeliharaannya,” kata Djoko Murjanto.
Selain itu, komite juga akan bertugas mengevaluasi ketahanan dan kualitas jembatan panjang yang sudah terbangun, untuk mengetahui tingkat keamanan dan usia proyek yang masih bisa dimanfaatkan. Pembentukan komite diharapkan segera terealisasi akhir 2011 atau paling lambat awal tahun depan sudah mulai bekerja. Selain pembentukan komite, kata Djoko, Kementerian PU akan mempercepat penerbitan petunjuk teknis pemeliharaan jembatan bentang panjang yang sampai saat ini belum juga diberlakukan.
Menurut dia, penerbitan juknis itu akan dipercepat akhir tahun ini. Kementerian PU tengah memfinalisasi isian juknis dan pemenuhan syarat administrasinya sebelum diterbitkan dan disebarkan ke seluruh wilayah Indonesia tempat dimana jembatan bentang panjang dibangun.
Kita tahu, penanggung jawab pemeliharaan jembatan bisa dilakukan oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah. Kecuali untuk kondisi tertentu, seperti jalan laying tol atau jembatan yang berfungsi sebagai jalan tol seperti jembatan Suramadu. Direktur Operasi PT Jasa Marga Tbk Adityawarman mengatakan, pihaknya menjaga kualitas jalan layang Sedyatmo dan jembatan Suramadu. “Untuk Suramadu kewajiban kami adalah hanya mengelola jembatan seperti pembersihan dan jalan berlubang saja, kalau untuk pemeliharaan lebih besar lagi, seperti taing, kabel dan lainnya masih dipegang oleh pemerintah,” kata dia.
Untuk tol Sedyatmo, Jasa Marga melakukan pemeliharaan rutin dan pemantauan setiap saat, karena tol tersebut diberikan alat deteksi, terutama juga kalau terjadi banjir dan kerusakan lainnya akan terpantau.